:::----Assalaamu'alaikum----::::Selamat Datang Di Ki Ageng Ganjur:::---- Musik Religi Akulturatif Ki Ageng Ganjur: Musik Religi Search Engine Submission - AddMe
Showing posts with label Musik Religi. Show all posts
Showing posts with label Musik Religi. Show all posts

Tuesday, January 3, 2012

Ki Ageng Ganjur : " Mencari Tuhan Lewat Musik "

      Setiap manusia selalu merindukan Tuhan dan senantiasa ingin berdekatan dengan-Nya. Namun Tuhan begitu abstrak, sehingga manusia sering terjebak dalam pencarian tanpa batas. Kaum sufi misalnya, mendekatkan diri dengan Tuhan lewat zikir dan puji-pujian. Ahli fiqh melakukannya melalui aturan yang legal-formal, dan para seniman mendekati-Nya melalui karya seni budayanya.
        Selama ini orang berasumsi bahwa hanya melalui ibadah formal dan dzikir spiritual saja manusia dapat bertemu dan mendekatkan dirinya kepada Tuhan. Padahal pada komunitas tertentu, musik dan sastra memiliki manfaat yang sama untuk mengantarkan manusia bertemu Tuhan.
     Atas dasar inilah kami mencoba menggali musik-musik yang bernuansa religius, siapa tahu justru lewat musiklah kami dapat bertemu dengan Tuhan dan lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Semoga..... (Sumber : Album Tadarus Budaya Gus Dur dan Ki Ageng Ganjur)

Ki Ageng Ganjur : " Mencari Hakekat Kefitrian Diri "

      Puasa dan Idul Fitri merupakan ritual agama yang paling mendapat perhatian besar di kalangan umat Islam Indonesia. Kedua hal tersebut sudah tidak bisa lagi dipahami sebagai fenomena agama formal, tetapi telah menjadi fenomena sosial budaya. Munculnya fenomena ini berpangkal dari dua hal pokok; kecenderungan legal-formalistik di satu sisi, dan kuatnya tarikan gaya hidup yang serba materi di sisi lain. Tarikan kutub formal membawa manusia pada sikap legal-formalistik, dimana ibadah puasa justru menjadi sikap konsumtif, sementara solidaritas sosial sebagai hakekat puasa justru menjadi terlupakan.
     Inilah salah satu contoh dari fenomena masyarakat yang perlu kita cermati. Lalu apa hakekat puasa dan Idul Fitri? Pesan apa yang terkandung di dalamnya? Bagaimana melakukan penafsiran ulang terhadap pesan dan makna Idul Fitri? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang dijawab Gus Dur dalam tadarusnya yang cukup singkat di album kaset ini. (Sumber : Album Tadarus Budaya Gus Dur dan Ki Ageng Ganjur)

Monday, January 2, 2012

Ki Ageng Ganjur : Mencari Kebenaran Lewat Kebetulan

     Bermula dari kegelisahan bersama yang muncul dari perasaan sekelompok anak muda, yang kemudian membentuk kesepakatan diam-diam diantara mereka untuk menuangkan ide dan gagasan secara bersama lewat nada. Secara pelan namun pasti akhirnya terbentuklah sebuah paguyuban musik dengan nama Ki Ageng Ganjur.
     Nama tersebut diambil dari tokoh ulama besar yang berjasa atas peng-Islam-an tanah Jawa, nama aslinya adalah Syekh Abdurrahman yang terkenal dengan sebutan Ki Ageng Ganjur karena sering memberi aba-aba dalam peperangan dengan menabuh Gong Ganjur.
     Dari sini dimulailah sebuah proses kreatif, yakni memadukan beberapa unsur etnik dan nuansa religi dalam suatu alunan nada hingga terdengarlah bunyi-bunyian musik yang agak riuh.
      Pertemanan antar mereka benar-benar tanpa terencana, apalagi direkayasa. Namun, seluruh proses yang serba kebetulan tersebut, secara pasti akhirnya diyakini sebagai suatu titian untuk mencari kebenaran lebih lanjut, melalui proses kreatif bermain musik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa mereka ini adalah orang yang sedang mencari kebenaran lewat kebetulan. (Sumber : Album Tadarus Budaya Ki Ageng Ganjur)

Ki Ageng Ganjur Album 1 : Tadarus Budaya

Album Perdana Ki Ageng Ganjur : "Gus Dur dan Sanggar Ki Ageng Ganjur ; Tadarus Budaya " (2000)


Kaset ini merupakan album perdana Ki Ageng Ganjur setelah berdiri di tahun 1996, berisi instrumen atau komposisi musik karya Ki Ageng Ganjur, lagu-lagu dan Tausiyah atau Tadarus yang disampaikan oleh KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Side A berisi :
1. Orkestra Pembuka
2. Tadarus  1 oleh Gus Dur
3. Lagu Jerit Kasih Sayang
4. Tadarus 2 oleh Gus Dur
5. Instrument Penutup

Side B berisi : 
1. Komposisi Gamelan "Taj Mahal"
2. Tadarus 3 oleh Gus Dur
3. Langgam Pepeling
4. Tadarus 4 oleh Gus Dur
5. Lagu Lebaran

Secara keseluruhan, album ini membawa 3 muatan pokok yaitu :
1. "Mencari Kebenaran Lewat Kebetulan" sebuah uraian singkat 
    tentang terbentuknya Ki Ageng Ganjur
2. "Mencari Hakekat Kefitrian Diri" yang merupakan rangkuman 
    dari Tadarus yang disampaikan Gus Dur serta kandungan makna 
    lagu yang dibawakan Ki Ageng Ganjur dalam album ini.
3. "Mencari Tuhan Lewat Musik" sebagai landasan keberadaan dan 
    kehadiran sekaligus harapan masa depan Ki Ageng Ganjur dalam 
  beraktifitas dan berkreatifitas dalam bidang seni budaya umumnya 
   khususnya seni musik

Inilah gambaran singkat tentang isi album perdana Ki Ageng Ganjur yang dirilis sekitar tahun 2000 yang lalu, untuk informasi lebih jelas tentang keberadaan kaset album tersebut bisa dibuka dan ditelusuri di halaman daftar isi, koleksi album, yang ada di side bar sebelah kanan halaman blog ini.

Thursday, November 24, 2011

SENI DALAM PERSPEKTIF ISLAM


Prolog
         Dalam sebuah diskusi dengn topik “Prospek Kesenian Islam Indonesia”, sastrawan-sejarawan Dr. Kuntowijoyo pernah menyampaikan bahwa masalah di dunia seni budaya Islam di Indonesia antara lain adalah tersubordinasinya kesenian kepada agama. Kondisi ini berdampak negatif, yaitu terikatnya bentuk dan isi kesenian kepada agama yang berpretensi abadi. Juga menimbulkan ketegangan antara nilai-nilai agama termasuk hukum-hukumnya yang keras dan tegas dengan nilai-nilai kesenian yang longgar. Selain itu, penggunaan kesenian untuk tujuan praktek agama akan membatasi ruang gerak kesenian dan kebebasan mencipta ‘terganggu’ oleh ingatan tentang norma-norma agama. Di samping dampak negatif itu, dampak positifnya adalah adanya dasar atau landasan yang kuat dan kokoh untuk mengembangkan kesenian, karena betapapun juga, kesenian harus selalu mengandung nilai-nilai (Dr. Faisal Ismail, MA : “Paradigma Kebudayaan Islam”; 1999).
        Ungkapan itu bukan merupakan vonis bahwa seni budaya Islam sulit hidup dan berkembang dalam masyarakat modern sekarang ini, tetapi merupakan sentilan atau gugahan terhadap perkembangan seni buadaya Islam yang cenderung ketinggalan kereta –untuk tidak mengatakan stagnan—di yang di tengah perkembangan seni budaya lain yang semakin marak.
         Realitas seni budaya Islam senantiasa dihantui ketakutan melakukan inovasi karena kekhawatiran yang berlebihan dan menyimpang dari doktri agama yang dipegangi. Kesalahan pemahaman tentang posisi fiqh –yang senyatanya memang kurang mengakomodir persoalan kesenian—menyebabkan umat Islam selalu ragu untuk mengembangkan seni budaya yang dimilikinya dan terlalu berpegang teguh pada tradisi yang sudah ada.
       Ketentuan-ketentuan fiqh tradisional dipegangi seakan sebuah aturan Tuhan yang tidak bisa diubah. Padahal ketentuan-ketentuan tersebut adalah hasil ijtihad manusia dan sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi sosial masyarakat yang terjadi ketika itu. Bahkan tidak jarang dalam sejarah kita temukan bahwa ketentuan hukum yang diberlakukan juga sangat dipengaruhi oleh kepentingan politik penguasa  pada saat itu.

Tuesday, November 22, 2011

DAFTAR LAGU RELIGI DAN POP RELIGI YANG DIARRANSEMEN ULANG KI AGENG GANJUR


  1. AZAB (Unisi Yogya)
  2. ILIR-ILIR (Lagu Tradisional)
  3. SESAMBAT ING MANAH (Franky S)
  4. ILAHI (Rafika Duri)
  5. BERNAUNG CAHAYA (Hamdan ATT)
  6. RISALAH NABI (Hamdan ATT)
  7. BISMILLAH (Nasida Ria)
  8. TUHAN (Bimbo)
  9. RINDU RASUL (Bimbo)
  10. LAILATUL QADAR (Bimbo)
  11. ANAK BERTANYA (Bimbo)
  12. RASUL MENYURUH KITA (Bimbo)
  13. KOTA SANTRI (Nasida Ria)
  14. KEAGUNGAN TUHAN (Rita Effendy)
  15. MENGEMIS KASIH (Agus Idzwar)
  16. ATHLAL (Umi Kulsum)
  17. YAA MAKNOUN
  18. HAMAWI YA MISMIS
  19. DAMAI BERSAMAMU (Chryse)
  20. MUNAJAT CINTA (Ahmad Dani)
  21. ANDAI KUTAHU (Ungu)
  22. SURGAMU (Ungu)
  23. DOAKU HARAPANKU (Krisdayanti)
  24. BERSYUKUR (Opik)