:::----Assalaamu'alaikum----::::Selamat Datang Di Ki Ageng Ganjur:::---- Musik Religi Akulturatif Ki Ageng Ganjur Search Engine Submission - AddMe

Thursday, June 5, 2014

Opening Tour Sumatera

Friday, May 30, 2014

Bulan di Ranting Cemara by Kristy

Tuesday, May 20, 2014

Proyek Khusus untuk Ki Ageng Ganjur

Selain disibukkan dengan urusan latihan dan persiapan pementasan, untuk kali ini kami ingin menginformasikan beberapa proyek kreatif Ki Ageng Ganjur yang Insya Allah akan dilaksanakan, sambil terus mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan terutama kebutuhan dana.

Paling tidak, ada 3 proyek kreatif yang sedang dikampanyekan melalui situs tertentu di internet untuk upaya penggalangan dana kebutuhan tersebut, proyek itu adalah :

1. Penerbitan Buku 20 Tahun Ki Ageng Ganjur ; Musik Sebagai Media Dakwah

Ayo bantu wujudkan buku #20thnKiAgengGanjur Info dihttp://t.co/FTOOa11Xee atau di http://t.co/5OLktt7os8 support by @wujudkanID
Buku 20 Tahun Ki Ageng Ganjur: Musik sebagai Media Dakwah
goo.gl
Dukunglah Buku 20 Tahun Ki Ageng Ganjur: Musik sebagai Media Dakwah oleh Syamsul Arifin di http://wujudkan.com/projects/detail/265/Buku-20-Tahun-Ki-Ageng-Ganjur-Musik-sebagai-Media-Dakwah

2. Reproduksi Cassette album Tadarus Budaya Gus Dur with Ki Ageng Ganjur to DVD Format

The first album of Ki Ageng Ganjur is still a cassette and will be reproduced to DVD format. In this album there Tausiyah of KH. Abdurrahman Wahid (called Gus Dur) a figure at once had been a president of the Republic of Indonesia. Therefore... more



3. Make Over Cassette album Ziarah Rasul Ki Ageng Ganjur to DVD Format

https://t.co/6tTmNw4r6A

Bagi teman-teman, sahabat-sahabat dan relasi yang tertarik dan berminat dengan program atau proyek tersebut, kami mohon bantuannya, paling tidak ikut menyebarkan, mengkampanyekan dan mensosialisasikan proyek tersebut agar mendapat dukungan dari berbagai pihak. 

Tuesday, December 3, 2013

Mell Shandy dan Fadli Kembali ke Jawa Barat Bersama Ki Ageng Ganjur

Djarum Coklat Xtraligi ; Tadarrus Seni Bersama Mell Shandy/Fadli dan Ki Ageng Ganjur ke Pesantren kembali hadir di bulan Oktober, tepatnya pada tanggal 5-9 Oktober 2013, dan kembali lokasi daerah yang dituju adalah Jawa Barat, kali ini di daerah Nagreg Kabupaten Bandung, kemudian Majalengka, Kalijati Subang dan terakhir Ciganea Purwakarta.

Jika di putaran sebelumnya di bulan September 2013 Fadli yang tampil lebih dulu di 2 kota, maka untuk di bulan Oktober 2013 ini, Mell Shandy hadir di 2 kota pertama yaitu di Nagreg Kabupaten Bandung dan di Majalengka, sedangkan Fadli hadir di 2 kota berikutnya yaitu di Subang dan Purwakarta.

Adapun waktu pelaksanaan selengkapnya adalah sebagai berikut :

1. Tanggal 5 Oktober 2013 di Nagreg Kabupaten Bandung, bertindak sebagai tuan rumah adalah PP Al-Hikmah Nagreg Kabupaten Bandung, sedangkan pelaksanaan kegiatannya di Lapangan samping Polsek Nagreg yang berjarak sekitar 300m dari pesantren. Ki Ageng Ganjur hadir bersama vocalisnya Ayu Astuti dan Kristy serta artis ibukotanya adalah Mell Shandy. Pada rangkaian pra acara juga dimeriahkan oleh para santri putra dan putri dari PP Sirna Miskin Kopo Bandung.

2. Tanggal 6 Oktober 2013 di Majalengka tepatnya di PP Al-Mizan pimpinan KH. Maman Imanul Haq. Pelaksanaan kegiatan di Lapangan PP Al-Mizan Majalengka bersama  artis Mell Shandy dan Ki Ageng Ganjur.

3. Tanggal 8 Oktober 2013 di Kalijati Kabupaten Subang, tepatnya di Alun-Alun Kecamatan Kalijati Subang dengan tuan rumah adalah PP At-Tawazun Kalijati Subang dengan bintang tamu adalah Fadli Padi.

4. Tanggal 9 Oktober 2013 Fadly bersama Ki Ageng Ganjur hadir kembali di Purwakarta, kali ini di Ciganea bersama PP Al-Irfan dengan didukung oleh PC GP Ansor Purwakarta. Acara dilaksanakan di Lapangan PJKA/KAI yang berdekatan dengan lokasi pesantren.


Monday, December 2, 2013

Tadarrus Seni Bersama Mell Shandy dan Fadly di Jawa Barat

Sebagaimana telah kami sampaikan sebelumnya, bahwa setelah dilaksanakan di bulan suci Ramadan, Tadarrus Seni akan dilanjutkan lagi setelah Idul Fitri. Kali ini lokasi pelaksanaannya ada 4 titik kota di daerah Jawa Barat, yaitu :

1. Tanggal 2 September 2013 di Purwakarta, tepatnya di daerah Plered dengan tuan rumah adalah PP Raudlatut Tarbiyah bekerjasama dengan PC GP Ansor Purwakarta. 

2. Tanggal 3 September 2013 di Pedagen Subang dan PP Al-Munir bertindak selaku tuan rumah pelaksanaan kegiatan tersebut.

3. Tanggal 5 September 2013 di Indramayu dengan tuan rumah adalah PP Candang Pinggan Indramayu.

4. Tanggal 6 September 2013 di PP Balerante Cirebon.

Untuk 2 kota pertama, Purwakarta dan Subang, artis yang hadir bersama Ki Ageng Ganjur adalah Fadly (vocalis band Padi), sedangkan di 2 kota berikutnya, yaitu Indramayu dan Cirebon, artis yang hadir adalah Mell Shandy.

Setelah usai Tour Jawa Barat tersebut, selang beberapa hari kemudian, tepatnya tanggal 10 September 2013, Ki Ageng Ganjur bersama kedua artis tersebut, Fadly dan Mell Shandy hadir di kota Pati Jawa Tengah, tepatnya di Guyangan Trangkil dalam rangka Pengajian Budaya dalam rangkaian Haul Akbar yang diselenggarakan oleh PP Raudlatul Ulum Guyangan Trangkil Pati.

Sunday, September 15, 2013

Xtraligi Bersama Nadilla dan Diop

Selama bulan puasa kemarin, selain bersama Fadly, vocalis band Padi, Xtraligi Tadarrus Seni Ramadan Ki Ageng Ganjur juga keliling ke 3 pesantren di Banten bersama Nadilla dan salah satu pendatang baru yang diorbitkan pihak sponsor yaitu Diop Saputra. Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah usai putaran di Jawa Tengah.

Tanggal 27 Juli 2013 Xtraligi Tadarrus Seni Ramadan dilaksanakan di PP Hidayatul Mubtadi'in Sobang Panimbang yang diasuh oleh Ust. Salim dan dilaksanakan di Lapangan salah satu sekolah dekat Kantor Kelurahan.

Kemudian tanggal 28 Juli 2013 rombongan Xtraligi Tadarrus Seni Ramadan Ki Ageng Ganjur bersama Nadilla dan Diop Saputra bergerak ke Menes untuk melaksanakan acara di PP Anwarul Hidayah pimpinan KH. Zuhri Amin.

Kemudian rangkaian Xtraligi Tadarrus Seni Ramadan di wilayah Banten ini ditutup dengan pelaksanaan kegiatan di PP Daar el-Azhar Rangkas Bitung pada tanggal 29 Juli 2013. Rencananya, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan kembali seusai Hari Raya Idul Fitri untuk wilayah Jawa Barat.

Thursday, September 12, 2013

Xtraligi ; Ki Ageng Ganjur - Fadly

Dalam menyemarakkan Bulan Suci Ramadan, Djarum Coklat Extra menggelar acara "Xtraligi Tadarrus Seni Ramadan Bersama Ki Ageng Ganjur dan Fadly" yang diselenggarakan di 5 pesantren di Jawa Tengah dan rencananya akan diteruskan setelah Idul Fitri di Jawa Barat.
Jadwal pelaksanaan Xtraligi Tadarrus Seni Ramadan Bersama Ki Ageng Ganjur dan Fadly dimulai pada tanggal 17 Juli 2013 di PP Nurul Hikmah Tuwel, Bojong, Kabupaten Tegal, yang kemudian diteruskan pada tanggal 18 Juli 2013 di PP Al-Hikmah 2 Benda, Sirampog, Kabupaten Brebes. Sebagaimana biasa, selain pentas seni religi dan tausiyah budaya, rangkaian acara tersebut juga diisi dengan dialog dan ta'aruf dengan para santri dan komunitas pesantren serta masyarakat di sekitar lokasi pesantren.

Setelah Brebes, ada break 3 hari, Xtraligi Tadarrus Seni Ramadan kemudian dilanjutkan pada tanggal 22 Juli 2013 di PP Hasyim Asy'ari Bangsri Jepara, kemudian 23 Juli 2013 di Lapangan Gunting, Wonosari Kabupaten Klaten yang diselenggarakan oleh PP Al-Barokah, Gunting Wonosari Klaten dan ditutup dengan pelaksanaan tanggal 24 Juli 2013 di PP Miftahurrahmah, Mejaksingi, Borobudur Kabupaten Magelang Jawa Tengah.

Disaat break 3 hari antara tanggal 19-21, Ki Ageng Ganjur bersama Dr. Al-Zastrouw menggelar acara Pengajian Kebangsaan pada tanggal 19 Juli 2013 di PP Al-Azhari Banyumas dengan bintang tamu Evie Tamala.

Kabar Tertinggal ; Lalai posting

Sejak postingan terakhir tentang kisah perjalanan seru dalam rangka pementasan Ultah ke-79 GP Ansor, kita seperti terlena dalam kesunyian dan kesepian job pementasan sehingga lali untuk posting berita tentang aktifitas Ki Ageng Ganjur. Sebenarnya setelah itu ada beberapa pentas penting yang cukup layak untuk diberitakan kepada teman-teman semua, namun karena kesibukan acara lain dan juga 'kelalaian' kami sehingga berita tersebut tidak sempat terpublikasikan. Atas ketidaknyamanan ini, kami mohon maaf semoga hal ini dapat menjadi pelajaran bagi kami agar tidak terulang kembali di kemudian hari.

Sebagai gantinya, akan kami rangkumkan rangkaian pementasan yang tercecer sejak pertengahan April 2013 kemarin, semoga dapat membantu sebagai info dan kelangsungan komunikasi diantara kita semua.

27 April 2013  Xtraligi SLANK Bersama Ki Ageng Ganjur di Lapangan GOR Saburai Enggal Lampung. Setelah beberapa kali 'gagal' melaksanakan pementasan di Lampung, akhirnya pada tanggal 27 April 2013 SLANK bersama Ki Ageng Ganjur berhasil juga hadir di Lampung untuk menghibur para Slankers dan masyarakat pada umumnya meskipun dengan berbagai kendala hingga menjelang waktu pelaksanaannya.

Seusai pentas di Lampung, Ki Ageng Ganjur langsung bergerak menuju Jakarta untuk berpartisipasi dalam peringatan 5 tahun Komunitas Planet Senen Jakarta yang dilaksanakan sebagai kerja bareng dengan Lesbumi NU. Dalam acara ini, Ki Ageng Ganjur ditemani bintang tamu Mell Shandy.

Pementasan selanjutnya dilaksanakan pada bulan Mei-Juni, yaitu dalam rangkaian sosialisasi program melalui seni tradisi yang dilaksanakan oleh BNP2TKI di kantong-kantong TKI di Indonesia. Dalam rangkaian kegiatan ini, Ki Ageng Ganjur dipercaya untuk berpartisipasi di 4 lokasi, yaitu di Kabupaten Malang tanggal 11 Mei 2013, kemudian di Lapangan Simongklang Pantai Widuri Pemalang, tanggal 31 Mei 2013 dan di Lapangan Astana losari Cirebon tanggal 1 Juni 2013 serta terakhir di Lapangan Stasiun Maos Cilacap tanggal 7 Juni 2013.

Diantara 4 rangkaian kegiatan BNP2TKI tersebut, pada tanggal 17 Mei 2013 Ki Ageng Ganjur melalui program Xtraligi dari Djarum, juga menggelar pementasan bertajuk "Ngaji Seni dan Tadarrus Puisi" bersama Ki Ageng Ganjur dan Sawung Djabo di Alun-Alun Kidul Yogyakarta dalam rangkaian kegiatan Harlah NU yang diselenggarakan oleh PWNU DI Yogyakarta.

Menjelang puasa Ramadan, kegiatan Ki Ageng Ganjur di tutup dengan berpartisipasi dalam acara Haul di Pesantren Sunan Drajat Paciran Lamongan yang dilaksanakan pada tanggal 7 Juli 2013 dengan menghadirkan bintang tamu Evie Tamala.

Untuk kegiatan Ramadan, ada Xtraligi Tadarrus Seni Ramadan dan Pengajian Kebangsaan yang akan kita posting secara terpisah. Terima kasih.

Monday, April 22, 2013

PERTOLONGAN TUHAN DI TENGAH KETIDAKBERDAYAAN


Group Ki Ageng Ganjur diundang pentas di Balai Kartini Jakarta pada hari Sabtu 20 April 2013 dalam rangka Ulang Tahun ke-79 GP Ansor yang menurut rencana acara akan dimulai pukul 19.30 Wib dengan manual acara diantaranya adalah Rampag Bedug, Tadarus Puisi yang antara lain menampilkan Gus Mus, KH Zawawi Imron serta Monolog dari Butet Kertarajasa serta Syair-Syair Zikir dan Sholawat dari Ki Ageng Ganjur.

Dengan mempertimbangkan bahwa perjalanan dari Yogya-Jakarta biasanya ditempuh sekitar  15 jam atau lebih, maka kita memutuskan untuk berangkat Jumat 19 April 2013 sore sekitar jam 17.00 dengan perkiraan akan tiba di lokasi sekitar jam 08.00 Wib pada hari Sabtunya atau jikapun harus terlambat sedikit mungkin sekitar jam 10.00 sudah sampai di Balai Kartini sehingga rencana loading dan setting alat bisa selesai sekitar jam 12.00 Wib dan latihan serta Gladi Bersih bisa dimulai setelah itu hingga sore hari, sebelum malamnya dilaksanakan acara.

Namun apa hendak dikata, manusia cuma bisa berencana sementara segala sesuatunya Allah Swt. lah yang menentukan. Beberapa kilometer setelah Nagreg, kita beristirahat sebentar untuk Shalat Subuh, kemudian melanjutkan perjalanan dengan perkiraan sekitar 10km lagi akan masuk Tol Ciluenyi sehingga diperkirakan sekitar 09.00 atau jam 10.00 bisa sampai di Balai Kartini. Baru melanjutkan perjalanan beberapa kilometer, bus yang kita tumpangi terjebak dalam kondisi kemacetan yang parah, hampir total di depan kita, sementara dari belakang, arus kendaraan lain terus merapat dan semakin memperpanjang antrian kemacetan. Setelah bertanya sana-sini mengenai siatuasi yang terjadi, diperoleh kabar bahwa penyebab utama kemacetan adalah banjir yang melanda daerah Rancaekek,Garut yang berjarak sekitar 4km-an dari tol Cileunyi. Pada saat itu jam sudah menunjukkan pukul 07.00 Wib.

Sambil terus berupaya memperoleh informasi tentang kondisi terakhir banjir, apakah bisa dilalui atau memang lumpuh total, diperoleh kabar daerah titik banjir bisa dilalui tetapi harus antri dan bisa dilalui 2 kendaraan secara pelan karena kedalamannya dan kondisi jalan yang rusak parah, sementara antrian kendaraan dari titik banjir ke posisi bus kita sekitar 5-7 km. Berbagai alternatif coba kita tanyakan kemungkinannya kepada masyarakat sekitar, jalur mana yang bisa digunakan sebagai alternatif menuju Bandung atau Jakarta. Disaat yang bersamaan kita juga memberitahu kondisi kita kepada panitia pelaksana acara di Balai Kartini serta kepada pimpinan kita yang ada di Jakarta.

Dua jam setelah kemacetan, bus kita baru bergerak maju sekitar 500m, sementara kemacetan semakin panjang ke belakang dan tidak ada alternatif untuk berbalik arah karena tidak ada lokasi yang memungkinkan untuk putar arah. Dari informasi yang diperoleh dari penduduk lokal serta petugas DLLAJR yang memantau daerah kemacetan, ada 2 alternatif lain, 500m di depan kita ada jalur alternatif lewat Majalengka, tetapi menurut informasi jalur itupun juga banjirnya lebih parah. Jalur alternatif kedua, lewat jalur Sumedang, tetapi persoalannya, jalur tersebut masih beberapa kilometer lagi di depan sementara kemacetan hampir total, bergerak 100-200m kemudian berhenti lagi beberapa lama, begitu seterusnya.

Kecemasan mulai melanda ketika waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh lebih, sementara belum ada tanda-tanda pergerakan yang berarti dari kemacetan. Pukul 11, pukul 12, kepanikan semakin menjadi dan penanggung jawab acara di Balai Kartini seakan sudah pasrah akan kemungkinan terburuk yang membuat pimpinan kita stress dan hampir putus asa karena kemungkinan tidak bisa memenuhi kewajiban untuk menghadirkan Ki Ageng Ganjur dalam acara tersebut.. Sementara kita yang berada di tengah kemacetan pun cuma bisa pasrah setelah dikomplain dan di”marahi” akibat kondisi ini. Kita cuma bisa menjelaskan bahwa kita sudah berusaha semampu kita tetapi yang namanya musibah dan bencana bukan kita yang mengaturnya dan pada akhirnya kita tidak bisa menolak kehendak Yang Kuasa, yang kita minta sekarang hanyalah bantuan doa dari pimpinan kita dan mereka yang berkepentingan dengan acara ini dan tentunya juga doa dari kita yang mengalami musibah ini. Itulah satu-satunya cara yang tersisa ditengah ketidakmampuan dan ketidakberdayaan kita sebagai manusia. Karena secara logika, sejak jam 7 hingga jam 12, sudah sekitar 5 jam, jangankan lolos dari kemacetan, mendekati pusat atau titik lokasi banjir saja belum, berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan, sementara perjalanan dari lokasi itu seandainya normal sekalipun masih membutuhkan waktu sekitar 4-5 jam untuk sampai ke Jakarta.

Di tengah kepasrahan dan ketidakberdayaan selain memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa, sekitar pukul 13.30, antrian kendaraan sedikit demi sedikit mulai bergerak, berhenti, bergerak lagi kemudian berhenti, tetapi frekuensi geraknya lebih cepat dari sebelumnya. Sekitar pukul 14.00 kita hampir sampai di persimpangan jalur alternatif ke Sumedang. Sempat terbersit kebimbangan, apakah akan berbelok arah ke Sumedang yang berarti akan memutar dan menempuh jalur bebas banjir tapi perkiraan butuh waktu sekitar 2-3 jam untuk sampai masuk ke tol, ataukah tetap melanjutkan perjalanan melalui jalur banjir ini yang masih macet tetapi sudah mulai bergerak dan jarak dari titik banjir tinggal sekitar 2 km lagi dan setelah itu pintu tol ‘cuma’ berjarak sekitar 4 km lagi. Dengan bacaan Al-Fatehah dan doa seakan tak berhenti terucap di mulut, dengan segala kepasrahan dan keyakinan, diputuskan untuk tetap meneruskan di jalur banjir ini dengan segala resiko yang akan dihadapi, jalur alternatif segera kita abaikan.

Kendaraan bergerak secara pelan, berhenti, maju lagi, berhenti lagi, begitu seterusnya hingga sampai ke titik lokasi banjir, berjalan pelan melewati lokasi banjir, kemudian pada pukul 15.10 wib, lokasi banjir terlewati,.berarti masih ada waktu 4 jam 20 menit sebelum acara dimulai, dan waktu itulah yang harus dipergunakan untuk menempuh Tol Bandung-Jakarta sampai Balai Kartini serta harus loading dan setting alat sebelum acara dimulai. Mepet Banget.....!!! Kabar segera kita sampaikan pada pimpinan kita serta panitia bahwa kita sudah terlepas dari kemacetan banjir dan sekarang sedang bergerak menuju lokasi mohon bantuan doa lagi supaya lancar dan masih diberi kesempatan untuk memenuhi kewajiban berpartisipasi dalam acara ultah Ansor tersebut.

Mulut seakan tak berhenti berdoa, sementara mata seakan tak pernah lepas dari pandangan ke kondisi jalan dan arus lalu lintas serta selalu memperhatikan jam secara berkala. Dari tol Bandung, masuk tol Cikampek, kemudian masuk Tol Dalam Kota, keluar Semanggi jam sudah menunjukkan pukul 18.30 Wib., tinggal satu jam lagi, berapa lama waktu dari Semanggi menuju Balai Kartini di tengah kepadatan ibukota? Masih sempatkah loading dan setting alat??Masih adakah waktu untuk check sound ??? Ah.....yang penting segera sampai dulu ke lokasi.

Sampai lokasi, segera bongkar peralatan, setting, masih ada keringanan dari panitia, acara diundur sedikit biar sempat check sound 2 lagu, Alhamdulillah.......Jam 20.00 mulai performance.....Jam 23.00 Acara yang juga dihadiri dan dimeriahkan Performance Dr. Mahfud MD dan Pak Menteri Gita Wiryawan itupun selesai......Selamat Ulang Tahun ke-79 GP Ansor !!! Terima kasih Tuhan.....Engkau masih mau mendengar dan mangabulkan doa kami.....!!! Engkau Maha Tahu....Maha Berkehendak dan Maha Segalanya.....!!!

Saturday, April 6, 2013

Perjalanan dari J.S. Bach sampai Bond (Sumber : Tempo, 11 April 2004)


Dalam mitologi Yunani Kuno, musik dianggap bunyian yang diciptakan dewa-dewi, atau dewa setengah manusia seperti Apollo, Amphion dan Orpheus, yang hanya dimainkan untuk ritual keagamaan. Tidak sembarang orang boleh memetik lyra, sejenis harpa kecil dengan lima sampai tujuh senar. Begitu juga soal meniup instrumen aulos, alat tiup yang terbuat dari dua pipa. Pemain musik harus tunduk pada tata-krama dan etika bermusik agar kekuasaan ajaib di dalamnya justru mampu menyempurnakan manusia.
Tuntutan patuh pada etika terus berlaku kala musik berkembang sebagai ritual keagamaan gereja dan hiburan para raja di Eropa seperti Prancis, Jerman dan Inggris. Sejak masa Renaisans dan berlanjut pada masa barok, klasik sampai romantik, aturan tadi masih dipegang kuat. Namun letupan kecil berupa “pemberontakan” cara manggung mulai muncul seiring dengan perubahan dunia yang cepat seiring dengan gaya bermusik dan teknik bermain yang terus berkembang.
Memang, si jenius J.S. Bach dan W.A. Mozart tetap bertuksedo saat memainkan komposisi mereka. Juga Igor Stravinsky yang inovatif dan Tchaikovsky yang dating pada awal dan paruh abad ke-20. Karya mereka mempesona generasi penerusnya, namun tidak dengan cara bermain dan berbusana. Terakhir, Bond, yang memainkan 1812 karya Tchaikovsky, lebih asyik tampil dengan pusar terbuka, Vanessa Mae dengan busana tank top-nya yang seksi. Mereka adalah sebuah titik –mungkin lebih tepat—sebuah gejala cultural dalam perjalanan musik Barat, dalam perjalanannya yang panjang.

Johann Sebastian Bach (1685-1750)
Komponis kelahiran kota Eisenach, Jerman, 21 Maret 1685 ini merupakan satu dari 80 pemusik bernama Bach yang paling sukses dan hidup pada pertengahan abad ke-16 sampai pertengahan abad ke-19. Semasa hidupnya, J.S Bach lebih dikenal sebagai pemain organ. Karya J.S. Bach dianggap tidak bersifat natural karena tanpa melodi sederhana dan iringan homofonik layaknya selera komponis stile galant.
Sepanjang hidupnya, ia menciptakan musik sacral yang disebut tertinggi dalam perkembangan musik Protestan. Salah satunya kantata Christ lag in Todes-banden BWM 4, dimana semua gerakan berdasarkan melodi koral. Karya agung (Kristus berbaring dalam ikatan maut) ini satu-satunya karya berbentuk variasi atas melodi koral yang sekarang dikenal dengan “koral partita”. Keturunan keluarga Bach paling sukses ini dikenal sebagai komponis gerejawi dan pemusik istana.

George Frideric Handel (1685-1759)
Bersama J.S. Bach, George Frideric Handel disebut komponis paling agung pada akhir masa barok. Keduanya tak pernah bertemu karena Handel terjun sebagai komponis teater. Handel telah menciptakan 41 buah opera yang mengangkat cerita dari sejarah Yunani dan Romawi Kuno. Karya otarionya yang paling terkenal adalah Messiah, yang diciptakan sebagai musik hiburan rohani dan bukan musik gereja. Teks otario tentang kedatangan, kematian dan kebangkitan Yesus ini disusun dari Al-Kitab bersama Charles Jennens.

Franz Josep Haydn (1732-1809)
Haydn mulai memusatkan perhatiannya pada kuartet gesek, trio piano dan musik sejak 1795, setelah keluar dari Istana Esterhaza. Rasa kagumnya pada pergelaran Messiah ciptaan Handel meninggalkan pengaruh kuat pada proses kreatifnya. Pengaruh Handel paling tampak pada otario berjudul Die Schopfung (1798) dan Die Jahres-zeiten (1801).

Wolfgang Amadeus Mozart (1756-1791)
Komponis kelahiran Salzburg, Austria, 27 Januari 1756 ini punya bakat alam luar biasa. Selama berkarier sebagai komponis, Mozart menciptakan 56 karya konserto untuk suara dan orkes serta 27 lidier untuk suara dan piano. Karyanya yang dianggap sangat penting adalah simfoni, tiga diantaranya Simfoni No. 25 dalam G Minor, Simfoni No. 29 dalam A Mayor dan Simfoni No. 31 dalam D Mayor dinilai istimewa meski banyak terpengaruh simfoni karya Haydn.

Ludwig van Beethoven (1770-1827)
Karya komponis kelahiran Bonn, 15 Desember 1770 ini dianggap sebagai jembatan musik masa klasik, khususnya antara Haydn dan Mozart, serta gaya romantik yang berkembang pada abad ke-18. Karyanya berupa 32 sonata piano dianggap repertoar musik piano paling utama. Dua diantaranya dari Opus 49 yang paling mudah dimainkan. Selain itu Beethoven menciptakan sonata dari Opus 2 untuk Haydn. Setiap sonata memiliki nada dasar berbeda seperti Sonata dalam F Minor bersifat dramatis dan Sonata dalam C Mayor yang mengandung virtuositas tinggi.

Franz Schubert (1779-1828)
Franz Schubert menjadi satu-satunya komponis besar yang menyelami dua masa sekaligus, masa klasik dan romantik. Serupa dengan Beethoven, Mozart, komponis kelahiran Wina 31 Januari 1779 ini menjadi jembatan penghubung antara dua masa tadi. Namun dalam karya instrumentalnya, ia lebih condong ke bentuk klasik seperti sonata. Komposisi agung gerejawi berjudul Gretchen am Spinnrade banyak dipengaruhi drama Faust karya Goethe. Sedangkan Kuintet Gesek dalam C Mayor (D.956) merupakan musik kamar paling penting yang pernah diciptakan.

Friderik Chopin (1810-1849)
Friderik Chopin dan Franz Liszt disebut komponis dan virtuoso piano paling penting masa romantik. Pria Warsawa, Polandia ini pindah ke Paris pada September 1831 untuk mengembangkan karier. Konser umumnya setahun kemudian meraih sukses besar. Permainannya sangat halus, penuh detail dan paling cocok dimainkan sebagai musik salon. Atas jasa Liszt, Chopin berkenalan dengan penulis roman George Sand (nama aslinya Aurore Dudevant). Kencannya bersama janda dua anak itu di Pulau Majorca dekat Spanyol melahirkan Prelude Op.28, sebuah siklus lagu kecil yang paling penting dalam karyanya.

Peter Ilyich Tchaikovsky (1840-1893)
Tchaikovsky belajar musik pada Anton Rubenstein di Konservatorium St. Petersberg dan lawan Mily Balakirev, pemimpin aliran nasionalis Rusia. Oposisi Rubenstein mencerminkan oposisi Brahms kepada Franz Liszt dan Richard Wagner. Pengaruh Rubenstein sangat kuat pada musik Tchainovsky. Meski begitu, Balakirev tertarik pada bakat Tchainovsky saat bertemu pada 1867. Balakirev berhasil mendorong sikap nasionalis Tchainovsky dan terlihat dalam tiga opera buatan 1869-1870 dan Simfoni No. 2. Sedangkan pengaruh Liszt, Berlioz dan Balakirev tampak pada “overtura fantasi” berjudul “Romeo dan Juliet”.

Igor Stravinsky (1882-1971)
Igor Fyodorocivh Stravinsky merupakan komponis Rusia yang sukses di Amerika dan menjadi sosok penting dalam masa neo-klasik. Gaya neo-klasik seperti Simfoni dalam C pernah dimainkan bersama Orkes Simfoni Chicago pada musim gugur 1940. Opera terbesarnya The Rake’s Progress diselesaikan pada April 1951 setelah tiga tahun masa pembuatan. Opera berdasarkan cerita lukisan pelukis Inggris William Hogarth ini dibentuk dengan aria-aria, diiringi harsikor dan orkes, tapi tidak mengikuti tradisi opera Wagner, Verdi, Strauss, Puccini dan sahabat lamanya Claude Debussy, sosok paling penting dalam perkembangan musik impresionis dan simbolis pada awal abad ke-20.

Arnold Schoenberg (1874-1951)
Lelaki Yahudi kelahiran Bratislava, Slovakia, 13 September 1874 ini mengalami hidup getir saat Hitler menguasai Jerman. Setelah dipecat dari Akademi Kesenian Prussia, 1 Maret 1933, ia mendapat suaka politik di Amerika. Pada awal kariernya Schoenberg condong ke bentuk kromatisisme tanpa resolusi dan kontrapung yang kompleks. Namun pada awal 1990-an ia beralih ke bentuk ekspresionis dan kembali beralih ke bentuk klasik dan barok pada 1920-an. Bentuk ini yang melahirkan istilah neo-klasik Schoenberg seperti terlihat dalam Serenade untuk Tujuh Instrumen Op.24.

Bond, Vanessa Mae, Hilary Hahn (pertengahan 1990-an)
Mereka bukan komponis, tapi anak-anak muda jebolan sekolah musik yang menawarkan gejala baru memanggungkan musik klasik. Bond terdiri dari Haylie Ecker, Eos Chater, Tania Davis dan Gay-Yee Westerhoff, yang berdiri pada Agustus 2000. Mereka memainkan alat gesek, baik yang elektrik maupun akustik, dalam suasana ceria dan memadukan instrumen klasik dengan gaya pop. Komposisi klasik 1812 karya Tchaikovsky dan Viva! Karya Vivaldi ditampilkan dalam nuansa pop kental. Begitu pula Vanessa Mae, violis yang memasukkan Toccata dan Fugue in D Minor karya J.S. Bach dalam album The Violin Player (1995).

Wednesday, December 26, 2012

Tayang Ulang di MNC TV

Ada kabar gembira bagi teman-teman Slankers yang tidak bisa ikutan datang ke Yogyakarta atau yang tidak sempat menyaksikan acara Pesta Bintang Coklat Perayaan Ulang Tahun ke-29 SLANK LoeGueFriend bersama Ki Ageng Ganjur dan Ki Enthus Susmono di Stadion Kridosono Yogyakarta, 23 Desember 2012 kemarin, rencananya acara tersebut akan ditayangkan di Stasiun Televisi MNC TV, pada tanggal 27 dan 28 Desember 2012 mulai pukul 23.00 Wib, dua hari berturut-turut.

Tayangan ini akan memberi kesempatan kepada para Slankers di seluruh Indonesia yang tidak bisa ikut hadir secara langsung ke Yogyakarta, paling tidak dapat mengobati kerinduan akan perayaan ulang tahun band kesayangan anda.

Terima kasih kami ucapkan kepada pihak Djarum selaku sponsor yang 'berbaik hati' untuk mengupayakan tayangan ini segingga dapat menjadi pengobat kecewa dan penawar rindu para Slankers yang tidak bisa hadir secara langsung di arena pertunjukan.

Harapan kami semoga tayangan ini dapat memberikan 'sesuatu' yang bermakna bagi SLANK khususnya dan bagi para Slankers pada umumnya sebagai sebuah hadiah Natal dan Tahun Baru.....Selamat menyaksikan !!!

Saturday, December 22, 2012

Rangkaian Kegiatan Ultah 29 Thn Slank di Yogya

Tema besar yang diangkat untuk Ultah Slank ke-29 yang perayaannya dilaksanakan di Yogyakarta ini adalah LoeGueFriend sebagai wujud salam persahabatan dan persaudaraan untuk seluruh Slankers dan generasi muda pada umumnya.

Secara spesifik, ada 4 (empat) lokasi yang akan dijadikan tempat pelaksanaan rangkaian acara yang disponsori oleh Djarum Coklat ini. Pertama, pada hari Sabtu, 22 Desember 2012, kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Candi, Sleman yang antara lain berisi acara ziarah, doa khataman Al-Qur'an, Ta'aruf dan Dialog dengan para santri di pesantren tersebut bersama Pengurus Cabang NU Sleman, Yogyakarta dan DIY. Acara ini rencananya berlangsung dari jam 12.00 hingga sekitar pukul 15.00 Wib.

Acara selanjutnya adalah tanam pohon di sekitar lokasi Museum Merapi, Kaliurang, Yogyakarta bersama Bupati, Lurah dan masyarakat dengan gagasan khususnya adalah "Menanam Tidak Memanen" sebagai salah satu upaya kongkret dari segenap komponen bangsa yang peduli untuk mewujudkan "Indonesia Berbuah"

Rangkaian acara ketiga, dilaksanakan pada hari Minggu, 23 Desember 2012 berupa Dialog Budaya SLANK Bersama Dr. Al-Zastrouw dan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, bertempat di Gedung Convention Centre UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mulai pukul 12.00 hingga pukul 15.00 Wib. Kegiatan ini merupakan cerminan semangat dan proses metamorfosis spiritual dari para personil maupun Slank sebagai sebuah group band dan Slankers pada umumnya untuk terus menggali dan menggembangkan diri pribadi, kelompok maupun untuk komunitas Slankers secara keseluruhan. Sedangkan dari sudut pandang akademis, kegiatan ini merupakan momentum untuk menggerakkan dan memperkuat tekad untuk mewujudkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai Kampus Kebudayaan.

Puncak acara rangkaian Ulang Tahun ke-29 SLANK tersebut akan dilaksanakan pada hari Minggu, 23 Desember 2012 mulai pukul 19.30-23.Wib di Stadion Kridosono Yogyakarta yang akan menggelar Konser Kolaborasi SLANK Bersama Ki Ageng Ganjur dan Ki Enthus Susmono untuk menggambarkan perjalanan SLANK sebagai sebuah kelompok band dengan berbagai dinamika yang dilalui selama 29 tahun terutama metamorfosis spiritual yang sekarang sedang dan akan terus berlangsung sebagai sebuah proses pendewasaan diri menuju kematangan diri dan kepasrahan total kepada Sang Pencipta.

Tuesday, December 18, 2012

Terima Kasih Sumatera dan Kediri

Meskipun agak terlambat, kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Slankers di Sumatera, khususnya Slankers Sumatera Selatan (Oku, Oku Timur, Lubuk Linggau, Palembang, Prabumulih, Muara Enim dan Lahat), Jambi (Jambi dan Muara Bungo) serta Bengkulu yang telah menjadi tuan rumah untuk rombongan Slankers dari daerah lain dalam rangkaian acara DIS Filter Musik Religi Perjalanan Spiritual SLANK Bersama KI AGENG GANJUR dan Dr. AL-ZASTROUW ke Pesantren di 10 daerah Sumatera dari tanggal 25 Nopember - 11 Desember 2012 yang lalu.

Seluruh rangkaian kegiatan terutama Konser Musik Religi-nya di 10 kota berlangsung meriah, aman, tertib dan lancar meskipun selalu dihadiri ribuan bahkan puluhan ribu penonton. Hal itu tidak lain berkat kerjasama semua pihak, mulai dari EO Pusat, Panitia Pelaksana Lokal, maupun para BP dan Slankers yang menjadi tuan rumah maupun tamu dari berbagai daerah, serta bantuan pengamanan dari aparat kepolisian dan yang lainnya. Tanpa partisiapasi semua pihak, kegiatan tersebut tidak akan dapat berjalan sesuai rencana, sehingga sekali lagi kami wajib mengucapkan terima kasih kepada mereka semua atas partisipasi dan apresiasinya terhadap apa yang telah kami tampilkan. Semoga pengalaman tour ke luar P. Jawa ini memberikan kesan dan pesan yang baik untuk daerah-daerah lain sehingga terbuka peluang untuk menyelenggarakan acara serupa di daerah-daerah lain di luar pulau Jawa tanpa terlalu dikhawatirkan oleh ketakutan yang berlebihan karena terbukti, seluruh pelaksanaan di Sumatera berlangsung secara aman, tertib dan damai serta memberikan nuansa baru dalam pelaksanaan dakwah ataupun model pertunjukan yang sekaligus memberikan tuntunan bagi para pengunjung.

Seusai pelaksanaan Tour Sumatera tersebut, Ki Ageng Ganjur kemudian berpartisipasi dalam acara Menyambut Haul III Gus Dur yang diselenggarakan oleh teman-teman yang tergabung dalam komunitas Gusdurian Kediri di Goa Selomangleng Kediri, 16 Desember 2012. Meskipun hanya berjarak 1-2 hari dari hari terakhir Tour Sumatera, teman-teman Ki Ageng Ganjur tetap berusaha maksimal untuk bisa hadir secara full team ke Kediri, mengingat pentingnya acara tersebut sebagai wujud kebersamaan antar sesama teman yang sefaham, sepemikiran untuk melestarikan apa yang telah diwariskan Gus Dur sebagai pemimpin, untuk mengawal dan menyebarkan serta menebarkan pesan-pesan moral, demokratisasi bangsa, pluralisme dan solidaritas antar sesama komponen bangsa untuk senantiasa mengembangkan budaya lokal, memelihara akar kultural serta mewujudkan Islam yang ramah dan toleran serta rahmatan lil 'alamin.

Terima kasih sekali lagi kami ucapkan kepada teman-teman Gusdurian Kediri atas keberhasilannya menyelenggarakan acara yang variatif, konstruktif dan dinamis serta melibatkan berbagai kelompok masyarakat yang plural, semoga apa yang dilakukan teman-teman merupakan wujud nyata dari apa yang telah dicita-citakan serta diperjuangkan Gus Dur selama hidupnya.

Monday, November 19, 2012

Jadwal Konser Musik Religi Slank-Ki Ageng Ganjur di Sumatera

Meskipun agak terlambat, akhirnya dengan berbagai pertimbangan kami dapat juga merilis jadwal Konser Musik Religi Perjalanan Spiritual Slank Bersama Ki Ageng Ganjur ke Pesantren di Sumatera. Pertimbangan utama molornya pemberitahuan jadwal ini tidak lain adalah permasalahan izin pelaksanaan kegiatan yang sebagian masih dalam proses menunggu keluarnya izin dari pihak kepolisian.

Namun mengingat waktu yang semakin mendesak, maka sambil menunggu keluarnya izin pelaksanaan kegiatan tersebut yang sebagian masih dalam proses, maka kami sampaikan jadwal pelaksanaan Tour Sumatera kali ini yang didukung oleh Djarum Istimewa Filter sebagai sponsor utama di 11 lokasi/titik kota  :

1. Hari Jumat,   23 November 2012    di  Lap GOR Saburai  Bandar Lampung
2. Hari Sabtu,   24 November 2012    di  Stadion Sukung Kotabumi Lampung Utara
3. Hari Minggu  25 November 2012   di  Lap. KONI Gumawang Belitang OKU Timur
4. Hari Senin     26 November 2012   di  GOR Baturaja OKU Sumsel
5. Hari Jumat     30 November 2012   di  Sport Centre Pantai Panjang Bengkulu
6. Hari Sabtu     1   Desember  2012   di  Stadion Silampari Lubuk Linggau Sumsel
7. Hari Minggu   2  Desember  2012   di  Stadion Serunai Baru Muara Bungo
8. Hari Selasa    4  Desember  2012   di  Lap. Eks MTQ Jambi
9. Hari Sabtu     8  Desember  2012   di  Lap. Prabujaya Prabumulih Sumsel
10. Hari Minggu 9  Desember  2012   di Benteng Kuto Besak Palembang Sumsel
11. Hari Selasa  11 Desember  2012  di  Lap. Sekundang Bara Muara Enim Sumsel

Seluruh acara Djarum Istimewa Filter Konser Musik Religi Perjalanan Spiritual Slank Bersama Ki Ageng Ganjur dan Dr. Al-Zastrouw ini dilaksanakan pada malam hari pukul 19.00 sampai selesai dan sebelumnya pada siang atau sore hari dilaksanakan Dialog Budaya Bersama Dr. Al-Zastrouw dan Personil Slank di masing-masing pesantren atau tuan rumah yang menjadi mitra pelaksanaan kegiatan ini di masing-masing kota.

Demikian posting jadwal pelaksanaan DIS Konser Musik Religi Perjalanan Spiritual Slank Bersama Ki Ageng Ganjur dan Dr. Al-Zastrouw ke 11 Pesantren di Sumatera ini kami sampaikan, jika ada perubahan jadwal secara mendadak, maka kami akan berusaha mengupdate postingan ini sesegera mungkin. Mudah-mudahan, jadwal ini dapat bermanfaat dan membantu para Slankers serta teman-teman lainnya yang akan menyaksikan pagelaran tersebut.

Monday, November 12, 2012

Konser Musik Hari Pahlawan

Sebelumnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kealfaan kami menyampaikan informasi jadwal pementasan Slank bersama Ki Ageng Ganjur dalam rangka Hari Pahlawan 10 November 2012 di Surabaya melalui blog ini. Selain karena kesibukan kami mempersiapkan acara untuk tour Sumatera akhir November hingga pertengahan Desember nanti, kami juga percaya teman-teman juga sudah saling memberi informasi sebagaimana yang juga kami lakukan melalui media jejaring sosial, hanya saja kelupaan di blog ini, semoga lain kali tidak terjadi lagi.

Berkat partisipasi dan dukungan teman-teman Slankers dan Ganjur's Lovers, maka pentas musik kolaborasi Slank Bersama Ki Ageng Ganjur dalam rangka peringatan hari Pahlawan yang dilaksanakan pada Hari Minggu, 11 November 2012 di Makodam V Brawijaya Surabaya dapat berlangsung dengan tertib dan lancar hingga usai. Keberhasilan itu berkat kerjasama semua pihak, baik dari Pemerintah Daerah Jawa Timur, Panitia Pelaksana atau EO yang bertindak sebagai pelaksana, aparat keamanan dari Kodam Brawijaya maupun Kepolisian, serta para Slankers yang saling bahu-membahu untuk berusaha menjaga ketertiban selama acara berlangsung meskipun sempat beberapa kali terjadi gesekan antara sesam penonton maupun dengan petugas keamanan. Tapi berkat kerja keras semua pihak serta saling menghormati dan menghargai tugas dan fungsi serta keinginan masing-masing alhamdulillah acara dapat berlangsung hingga usai.

Lapangan Makodam yang begitu luas seakan tak sanggup menampung animo pengunjung yang demikian besar dari Surabaya khususnya, Jawa Timur umumnya bahkan juga rombongan Slankers dari berbagai daerah yang ikut hadir memeriahkan acara tersebut.

Semoga acara yang digagas untuk mengenang jasa para pahlawan tersebut dapat semakin memberi makna bagi para generasi muda yang nantinya dapat menjadi pahlawan-pahlawan baru pada generasi mereka sesuai dengan fungsi dan aktifitas serta peranana mereka masing-masing. Amiiiin

Tuesday, November 6, 2012

Survey ke Sumatera

Hari Sabtu, 27 Oktober 2012, sehari setelah Idul Adha, aku berangkat ke Jakarta untuk memulai perjalanan  menuju Sumatera dalam rangka survey lokasi venue serta melakukan konsolidasi awal dengan pihak-pihak (pesantren) yang kemungkinan akan menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Perjalanan Spiritual Slank Bersama Ki Ageng Ganjur dan Dr. Al-Zastrouw ke Pesantren di Wilayah Sumatera.

Dengan mengendarai Kijang Innova, ditemani Mas Jais dan di-driveri Sugeng, pukul 10.00 Wib, hari Minggu, 28 Oktober 2012 kita bergerak dari Jakarta menuju Merak dan meneruskan perjalanan ke Sumatera. Perjalanan memasuki Pulau Sumatera sedikit tersendat akibat antrian kendaraan yang padat merayap terutama di sekitar Kalianda, Lampung yang menjadi lokasi bentrokan antar warga yang terjadi pada pagi hari sebelum kita lewati di sore harinya.

Di Lampung sebenarnya kita akan bertemu teman-teman yang mempersiapkan kontak awal dengan pihak pesantren diteruskan ke GOR Saburai, tetapi karena alasan teknis, terpaksa kita lewati dan setelah beristirahat di Bandar Jaya, hari Senin, 29 Oktober perjalanan dilanjutkan menuju Kotabumi, Lampung Utara. Setelah meninjau lokasi Stadion Sukung dilanjutkan dengan sowan ke pesantren, perjalanan dilanjutkan menuju Belitang yang masuk wilayah Sumatera Selatan. Selesai survey Belitang, perjalanan dilanjutkan menuju Baturaja, karena alasan teknis juga, Baturaja minta dilewati dulu sehingga perjalanan diteruskan menuju Prabumulih dan langsung meninjau lokasi Lapangan Prabujaya kemudian beristirahat di PP Darussalam Cambai Prabumulih Sumatera Selatan yang dulu pernah menjadi tuan rumah Xtraligi Perjalanan Spiritual Iwan Fals Bersama Ki Ageng Ganjur ke Pesantren di Sumatera Tahun 2010.

Selasa, 30 Oktober 2012 pagi dari Prabumulih bergerak ke Muara Enim untuk meninjau Stadion Sekundang Bara dilanjutkan sowan ke PP Darussa'adah menemui Ust. H. Taufik Hidayat selaku pimpinan pesantren. Setelah itu kembali lagi melalui Prabumulih menuju Kota Palembang untuk menemui Ust. H. Yunial Qamar pimpinan PP Darussalam Cambai Prabumulih yang kebetulan sedang ada tugas di Kota Palembang. Usai bertemu beliau, perjalanan dilanjutkan menuju PP Ar-Rahman Plaju Palembang untuk bertemu KH. Mohamad Muhsan yang di tahun 2010 juga menjadi tuan rumah untuk Perjalanan Spiritual Iwan Fals Bersama Ki Ageng Ganjur ke Pesantren di Sumatera yang venue-nya berlokasi di Benteng Kuto Besak tepian Sungai Musi Palembang. Dari Palembang pukul 22.00 Wib, maksud hati ingin meneruskan perjalanan menuju Jambi, tapi karena pertimbangan kondisi fisik, beristirahat dulu di daerah Betung.

Dari Betung, pukul 09.00 Wib hari Rabu 31 Oktober melanjutkan perjalanan menuju Jambi. Setelah sowan ke pesantren di daerah Muaro Jambi dilanjutkan survey ke Stadion Tri Lomba Juang yang ternyata sudah tidak boleh lagi dipakai untuk acara selain kegiatan olahraga. Alternatif venue kemudian dialihkan ke Stadion Persijam. Rampung di Jambi, langsung bergerak menuju Muara Bungo. Masuk kota Muara Bungo pada pukul 03.30 Wib, diputuskan beristirahat menunggu pagi untuk sowan ke pesantren dan meninjau lokasi.

Kamis, 1 Nopember sowan ke pesantren di Muara Bungo kemudian melihat lokasi di GOR Serunai Baru, setelah itu langsung melanjutkan perjalanan menuju Lubuk Linggau untuk bertemu Ust. H. Wahyudin, pimpinan PP Al-Furqon Lubuk Linggau. Sampai di Lubuk Linggau, sowan ke pesantren kemudian meninjau lokasi Stadion Silampari Lubuk Linggau, setelah itu kembali ke pesantren untuk beristirahat memulihkan tenaga untuk melanjutkan perjalanan ke Bengkulu besok hari.

Hari Jum'at, 2 Nopember 2012 pukul 08.30 Wib  dengan ditemani Ust. H. Wahyudin bergerak dari Lubuk Linggau menuju Bengkulu untuk menemui Bapak KH. Khairuddin Wahid, alumnus IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang bertugas di Bengkulu. Setelah melalui Kelok Sembilan dan Danau Dendam Tak Sudah, sampai di rumah beliau. Sambil menunggu kedatangan shohibul bait yang terbang dari Medan ke Jakarta menuju Bengkulu, kami menyampaikan maksud dan tujuan kepada isteri beliau dan pengurus Ansor yang diminta beliau untuk menyambut kami sebelum beliau tiba di rumah. Karena beliau datangnya sore hari, kami memutuskan untuk melihat lokasi Sport Centre Pantai Panjang Bengkulu kemudian mengunjungi rumah pengungsian Soekarno serta Benteng Malborough salah satu obyek wisata di Bengkulu. Kembali ke rumah bertemu tuan rumah, menjelaskan rencana kegiatan dan teknis persiapan serta pelaksanaan, kemudian pamit untuk melanjutkan perjalanan pulang menuju P. Jawa sambil mampir di Lubuk Linggau untuk ngantar Ust. H. Wahyudin serta kembali ke Baturaja yang kemarin sempat dilewati karena kendala teknis.

Sabtu, 3 Nopember berangkat menuju Jakarta via Baturaja setelah beristirahat di PP Al-Furqon Lubuk Linggau. Sampai di Baturaja sore hari, langsung ketemu kontak person disana untuk menjelaskan maksud dan tujuan serta gambaran acara dan hal-hal yang perlu dipersiapkan. Selesai, segera bergerak menuju Lampung untuk menyeberang pukul 03.00 Wib, minggu dinihari. Sampai Jakarta terus Sawangan pukul 08.00, istirahat sebentar, sore melanjutkan perjalanan pulang ke Yogyakarta.

Senin, 5 Nopember 2012 pukul 07.30 sampai rumah. Alhamdulillah. Segera mempersiapkan acara selanjutnya pentas bersama Slank, Ki Ageng Ganjur dan Habib Syech dalam rangka Hari Pahlawan di Surabaya 10-11 Nopember 2012.



Friday, September 21, 2012

IKUTI LOMBA DESAIN LOGO KI AGENG GANJUR

UNTUK MEMENUHI PERMINTAAN TEMAN-TEMAN DAN GANJUR LOVER'S KHUSUSNYA TERKAIT LOGO KI AGENG GANJUR, KALI INI GRUP MUSIK YANG PERNAH BERKOLABORASI DENGAN IWAN FALS DAN SLANK AKAN MENGADAKAN LOMBA DESAIN LOGO KI AGENG GANJUR. UNTUK ITU PERLU DIPERHATIKAN KETENTUAN DAN SYARAT-SYARAT PESERTA LOMBA;
  1. UKURAN LOGO BEBAS
  2. TANPA TEMA KHUSUS, ARTINYA HANYA BERTULISKAN "KI AGENG GANJUR" SAJA
  3. FORMAT LOGO DIUTAMAKAN DALAM BENTUK PNG
  4. GAMBAR DESAIN LOGO TERSEBUT KEMUDIAN DIUPLOAD KE MEDIA SOSIAL SEPERTI FACEBOOK, TWITTER, BLOG, WEBSITE, DLL MILIK PESERTA LOMBA.  
  5. SETELAH DIUPLOAD KE MEDIA SOSIAL MILIK PESERTA, KEMUDIAN CANTUMKAN ALAMAT MEDIA SOSIAL PESERTA LOMBA TERSEBUT (FACEBOOK, TWITTER, BLOG WEBSITE DLL, 4SHARED, ZIDDU DLL) DI KOLOM KOMENTAR BLOG INI AGAR TIM KAMI BISA MENDOWNLOAD DAN MEMBERIKAN PENILAIAN
  6. BAGI YANG TERPILIH SEBAGAI YANG TERBAIK, AKAN MENDAPATKAN HADIAH MENARIK DARI KAMI BERUPA T-SHIRT CANTIK, VCD ORIGINAL KONSER KOLABORASI KI AGENG GANJUR DAN IWAN FALS/SLANK, SERTA FOTO-FOTO KONSER  KI AGENG GANJUR DAN IWAN FALS/SLANK 
  7. CANTUMKAN NAMA, ALAMAT/NO TELP YANG BISA DIHUBUNGI
  8. LOMBA DESAIN INI DITUTUP PADA 30 OKTOBER 2012
NB: TOLONG SEBARLUASKAN BERITA INI KE TEMAN-TEMAN ANDA KHUSUSNYA TEMAN-TEMAN OI DAN SLANKER, TERIMAKASIH.
NB: Karena naskah/peserta lomba yang masuk baru sedikit dan belum memenuhi kuota persyaratan lomba, maka lomba Desain Logo Ki Ageng Ganjur diperpanjang hingga 1 Januari 2013. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, terimakasih.

Friday, September 14, 2012

Pentas di Kempek Cirebon dan Yogyakarta

Panggung Kebudayaan rencananya akan diadakan dalam rangka memeriahkan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Kempek Cirebon pada tanggal 14-17 September 2012 ini.

Dan untuk menyemarakkan Panggung Kebudayaan tersebut rencananya Ki Ageng Ganjur akan berpartisipasi menyuguhkan pementasan selama dua hari berturut-turut, yaitu Sabtu dan Minggu, 15 dan 16 September 2012 bersama beberapa artis ibukota antara lain Opik, Mega Mustika dan Niken KDI.

Selain kedua pementasan di Cirebon tersebut, rencananya Ki Ageng Ganjur juga akan berpartisipasi menghibur para alumni Fakultas Tarbiyah IAIN (sekarang UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang akan melaksanakan reunian bertajuk Tarbiyah Fair yang Insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 27-29 September 2012 bertempat di Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pementasan dalam rangka Tarbiyah Fair tersebut rencananya akan digelar pada tanggal 28 September 2012.


Saturday, August 18, 2012

Mohon Maaf Lahir dan Batin Untuk Oi dan Slankers

Tanpa terasa, lebih dari 2 tahun sudah kami menjalani Xtraligi Perjalanan Spiritual Ki Ageng Ganjur ke Pesantren, baik bersama Iwan Fals maupun bersama Slank. Banyak cerita dan kenangan yang kami dapat dari 2 dedengkot Musik Indonesia itu (yang satu personal yang satu sebagai sebuah group band). Rasa grogi dan ketidakpercayaan diri pada awalnya begitu terasa bagi kami, apa benar kami sekarang sedang bersama "mereka" dalam satu panggung, dalam satu perjalanan bersama dengan para legenda tersebut, sedangkan kami sadar sepenuhnya bahwa kami bukan siapa-siapa, group dari antah berantah yang cuma bisa keluar masuk pesantren, berkeliling dari satu pondok ke pondok lain, menebar persaudaraan dan perdamaian serta membangkitkan kesadaran para santri-santri di pesantren melalui lantunan lagu dan musik yang kami geluti selama ini. Tapi nyatanya memang sungguh-sungguh terjadi. 

Melalui kekuasaan-Nya, Tuhan telah mempertemukan kami dengan mereka dalam misi bersama membangun persaudaraan antar sesam umat manusia, mengangkat harkat dan martabat orang-orang yang senantiasa dipandang sebelah mata, sebagai kaum pinggiran, kaum lusuh dan dhekil yang bahkan kadang sering dianggap sebagai biang perusuh dan pembuat onar. Sebuah anggapan yang terlalu naif dan terlalu didramatisir hanya karena peristiwa masa lalu dan sebuah pandangan yang hanya didasarkan pada wujud lahirnya semata tanpa berupaya memahami kondisi sosial politik serta ekonomi yang mereka hadapi dalam kehidupan nyata.

Lebih dari 2 tahun berjumpa dan bersilaturrahmi dengan mereka, baik teman-teman Oi sebagai komunitas penggemar dan pecinta Iwan Fals, maupun para Slankers yang mengidolakan Slank, ternyata kami semakin paham dan mengerti bahwa pandangan atau persepsi orang terhadap mereka seringkali keliru. Mereka sama seperti yang lain, mereka juga manusia yang perlu dihormati, dimanusiakan, yang juga bisa hidup secara rukun dan damai, baik selama pertunjukan (konser) ataupun sesudahnya. Mereka bukan kelompok yang sering dianggap bikin rusuh, bikin onar, bikin ribut, senang gelu, berkelahi setiap menonton pertunjukan. Bukan...mereka bukan seperti itu. Mereka hanyalah sekumpulan orang yang menjadi korban paranoid para aparat yang trauma dengan peristiwa masa lalu, sehingga sampai sekarang merekalah yang sebenarnya dulu gak tau apa-apa, sekarang malah menjadi korban kena "cap' sebagai tukang rusuh.

Kami yang telah bersilaturrahmi dengan mereka adalah para saksi dari kenyataan tersebut, mereka muak dicap yang tidak-tidak, dicap jelek padahal mereka tidak melakukannya. Mereka adalah orang biasa yang sebenarnya sangat memerlukan sentuhan kemanusiaan dari lingkungan sekitarnya, memerlukan sapaan sosial yang lebih humanis dari masyarakat sekitarnya dan memerlukan sentuhan rohani dari para agamawan atau para tokoh agama dan masyarakat yang seringkali melupakan mereka sebagai sasaran dakwah yang hakiki.

Wahai para Oi dan Slankers semua, kami bangga kenal dan bertemu dengan anda semua, sebagaimana kami juga bangga kenal dan bermain bersama idola anda Iwan Fals dan Slank. Kami akan selalu siap menjadi teman anda dimanapun anda berada, dimanapun kita akan bertemu kami berharap tali silaturrahmi tersebut akan senantiasa terjaga dan tersambung terus antara kita semua.

Jika selama kita bergaul, bertemu dan bertatap muka ataupun sebatas berpapasan di jalan dan saling pandang tanpa kenal nama dan identitas lainnya, dengan segala kerendahan hati "Kami seluruh personil dan crew Ki Ageng Ganjur mengucapkan " Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Batin " semoga amal ibadah kita diterima di sisi Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa ". Semoga kebersamaan kita bisa menjadi awal persaudaraan diantara kita untuk bersama-sama melakukan yang terbaik untuk kehidupan kita, syukur-syukur jika bisa memberi sedikit manfaat untuk kelangsungan kehidupan kita sebagai sebuah bangsa dan negara. Amiin. 

Selamat Berlebaran Kawan !!!

Monday, August 13, 2012

Dari Bandung Langsung ke Malang

Setelah melaksanakan DC Ngabuburit Bersama Slank dan Ki Ageng Ganjur di Serpong, Kota Tua Jakarta dan Blok S Jakarta Selatan, 27-31 Juli 2012, agenda terbaru dari Ki Ageng Ganjur kemudian adalah DC Ngabuburit Menyambut Kemenangan di Lanud Sulaiman Bandung pada tanggal 9 Agustus 2012.

Dalam acara ini, selain diisi oleh Slank bersama Ki Ageng Ganjur juga tampil beberapa group band lainnya seperti Wali, Setia dan Gigi yang juga telah melaksanakan Ngabuburit bersama Djarum Coklat di berbagai daerah selama bulan Ramadan kali ini. Acara di Bandung kali ini diharapkan sebagai puncak acara bagi seluruh group band yang telah melaksanakan Ngabuburit tersebut.

Pada sore hari 9 Agustus, ditampilkan Setia Band dan Wali, sedangkan puncak acara di malam hari dibuka dengan parade perkusi dan bedug setelah sebelumnya dilaksanakan buka puasa bersama, shalat magrib, isya dan taraweh berjamaan di lingkungan Lanud Sulaiman Bandung. Seusai rampak perkusi dan bedug dilanjutkan dengan penampilan Gigi Reunian dilanjutkan dengan Ki Ageng Ganjur dan Kolaborasi dengan Slank sebagai penutup acara.

Seusai acara di Bandung tersebut, rombongan Ki Ageng Ganjur kemudian meneruskan perjalanan menuju kota Malang untuk melaksanakan Xtraligi Nuzulul Qur'an dengan pementasan Wayang Santri bersama Ki Enthus Susmono pada tanggal 11 Agustus 2012 di Parkiran Taman Wisata Wendit Malang. Acara berlangsung sejak pukul 20.00 hingga usai pada pukul 03.00 Wib dini hari. Setelah makan sahur, rombongan Ki Ageng Ganjur kemudian bergerak pulang menuju markasnya di kota Yogyakarta.