:::----Assalaamu'alaikum----::::Selamat Datang Di Ki Ageng Ganjur:::---- Musik Religi Akulturatif Ki Ageng Ganjur: Ki Ageng Ganjur 1998 : "Dari Parkir Timur Belajar Keliling" Ki Ageng Ganjur 1998 : "Dari Parkir Timur Belajar Keliling" | Musik Religi Akulturatif Ki Ageng Ganjur

Wednesday, January 18, 2012

Ki Ageng Ganjur 1998 : "Dari Parkir Timur Belajar Keliling"


     Setelah belajar dari pementasan ke pementasan, kehadiran Ki Ageng Ganjur mulai terasa ketika di tahun 1998 menjadi Musik Pembuka Konser Kantata Takwa di Parkir Timur Senayan Jakarta. Meskipun hanya tampil sebagai musik pembuka, tetapi pengalaman berharga tersebut menjadi bekal yang sangat berkesan dan memberikan dampak yang cukup signifikan dalam perkembangan Ki Ageng Ganjur berikutnya.
    Keberadaan Ki Ageng Ganjur sebagai band/kelompok musik pembuka dalam sebuah acara sebesar Konser Kantata Takwa tidak bisa dilepaskan dari usaha dan jasa Al-Zastrouw selaku pimpinan Ki Ageng Ganjur dengan bantuan dan bimbingan Gus Dur selaku pembina, yang telah merintis dan membangun jaringan yang semakin luas di tingkat nasional sehingga mampu meyakinkan penggagas acara tersebut untuk menghadirkan Ki Ageng Ganjur sebagai musik pembukanya. Berkat partisipasi di acara tersebut,
jaringan pun semakin terbuka luas dengan berbagai kelompok, komunitas musik dan para penyelenggara acara, sehingga peluang untuk memperkenalkan Ki Ageng Ganjur sebagai sebuah kelompok musik religi akulturatif juga semakin terbuka lebar ke khalayak umum.
      Setelah gebrakan di Konser Kantata Takwa tersebut, Ki Ageng Ganjur kemudian “belajar” keliling ke berbagai daerah selama 1998 melalui acara Istighotsah Generasi Muda NU mulai di Alun-Alun Pati, Muntilan, Alun-Alun Wonosobo dan Alun-Alun Purwokerto.
Selain acara Istighotsah tersebut, di tahun 1998 ini Ki Ageng Ganjur juga dipercaya untuk menggelar pertunjukan amal dalam rangka pengumpulan dana untuk Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN OTA) di Yogyakarta, Pentas Persaudaraan Mahasiswa UI di Jakarta serta Pentas dan Doa Bersama Antar Umat Beragama di Bali bersama para artis nasional seperti Franky Sahilatua, Vinny Alvionita dan tokoh-tokoh antar agama.
      Bisa dikatakan di tahun 1998 inilah awal belajar dan perkenalan Ki Ageng Ganjur dengan komunitas seni budaya di tingkat nasional sehingga membuka peluang dan kesempatan untuk belajar lebih banyak lagi hal-hal yang berkaitan dengan dunia hiburan dan pertunjukan musik atau kebudayaan secara lebih luas sebagai bekal untuk melangkah ke depan, memantapkan hati dan keyakinan untuk terus memperjuangkan visi dan misi berkesenian dan berkebudayaan yang religius, toleran dan berkultur budaya Indonesia.